agentsclimarketplace

Perihbahasa

Skill widnyana/eyay-toolkits/plugins/perihbahasa/skills/perihbahasa

This skill should be used when the user asks to make a "perihbahasa", "plesetan peribahasa", "peribahasa lucu", "peribahasa gombal", "perihbahasa flirty/spicy", "plesetin peribahasa", a rhyming twist on a classic Indonesian idiom, or a witty/flirty caption riffing on a proverb. Generates humorous, absurd, and flirty remixes that preserve the original meter and rhyme.From its SKILL.md

Install
npx -y skills add widnyana/eyay-toolkits --skill perihbahasa

Assembled from the repository path, not quoted from the project. Check it against their README if it does not work.

2 things to look at

  • 4 stars4 stars. Stars are a popularity signal and not a quality one, but at this level it is likely that nobody has read this closely except its author, and you would be relying on your own review.
  • runs commandsInstructs the agent to run 1 command, including `grep -i '<ending>' references/proverbs.md`.

SKILL.md

10.7 KB, ~3.5k tokens by cl100k_base, as published. Nobody here has run it

Perihbahasa (Peribahasa Remix — Pun, Reversal, Transplant)

Peribahasa (peri + bahasa) adalah pepatah biasa. Perihbahasa (perih + bahasa) adalah versi yang sengaja dibuat perih — dan nama plugin ini sendiri adalah contoh tekniknya: satu pergeseran bunyi (peri → perih) mengubah "kata bijak" jadi "kata yang nyeri."

Perih itu bukan luka fisik. Ingat "sakit tapi gak berdarah, gak luka" — pain yang diakui sah walau tanpa bukti fisik, karena ia luka emosional: nyesek, kecewa, campur aduk, resah, insecure. Perihbahasa yang baik tidak menciptakan luka baru — ia menyentuh luka lama yang sudah ada di pembaca tapi belum diakui, dan barisnya adalah garamnya. Teknik (Pun-Swap, Moral-Reversal, dst.) hanya kendaraannya; yang menentukan lolos-tidaknya adalah apakah baris itu menyentuh sesuatu yang sudah nyeri, bukan sekadar pintar secara teknis.

Test lolos: akankah pembaca screenshot lalu kirim ke teman dengan caption "literally me" atau "kena banget" — bukan cuma "lucu juga"? Kalau jawabnya cuma "clever," itu plesetan, bukan perihbahasa. Lihat Anatomy #1 dan #11 di bawah untuk detail.

Target imitasi: references/exemplars.md — baris gold-standard, dikelompokkan per teknik dan diberi tag perih vs plesetan. Baca dulu, tiru kalibernya. Kalau outputmu tidak sekuat contoh di sana, buang dan ulang.

Anatomy — kenapa sebuah perihbahasa nendang

  1. Perih, bukan sekadar pintar. Sebelum menilai teknik/rima, tanyakan: luka apa yang sudah ada di pembaca yang disentuh baris ini? Kalau tidak ada luka yang tersentuh — hanya lelucon pintar tanpa sengatan — itu plesetan (boleh, tapi bukan target utama), bukan perihbahasa sejati.
  2. Pun-nya adalah maknanya, bukan dekorasi. Kata yang ditukar harus membawa argumen nyata. nila → async works karena async memang "hal kecil yang merusak sistem besar."
  3. Mainkan moral aslinya — sering dengan membaliknya. Pertahankan moral di domain baru, atau balik untuk membongkar kebenaran yang ditutupi peribahasa aslinya.
  4. Relatable = spesifik, bukan vibe. Sebut satu momen betulan (jadian seminggu, move-on sedasawarsa), bukan ringkasan generik ("sedih karena di-ghosting").
  5. Asimetri emosional = mesin yang dipakai ulang. Sebab kecil : akibat besar, atau investasi besar : hasil kecil — diselipkan ke kerangka se-… se-….
  6. Tukar kata bedah, bukan tulis ulang klausa. Makin sedikit kata diganti, makin keras "aha"-nya. terbitlah terang → terdengarlah erang; jatuh → jauh; payung → kamu.
  7. Jaga kerangka fonetik via near-homophone. jatuh→jauh, terang→erang, beriak→teriak, tangan→kenangan. Suara bertahan walau makna berbalik.
  8. Pilih bentuk yang pas untuk lawakannya — lihat katalog Techniques; jangan paksa satu bentuk untuk semua idiom.
  9. Nada itu kerajinan; menjelaskan membunuhnya. Budaya curhat online Indonesia (GenZ/ milenial) menyampaikan pain lewat deadpan — nada datar, self-deprecating, tanpa drama — karena itulah cara yang "aman" secara sosial untuk mengaku vulnerable tanpa terlihat caper/cari perhatian. Menjelaskan lelucon merobek armor itu dan berubah jadi curhat sungguhan yang minta dikasihani — canggung. ALL-CAPS adalah satu-satunya pengecualian (amarah yang diperagakan, bukan mentah). Jangan pernah jelaskan lelucon.
  10. Domain = rasa sakit yang kamu aktifkan. Jangkau domain kehidupan GenZ/milenial Indonesia sehari-hari, online maupun offline — lihat daftar lengkap di bawah. Pilih yang punya derita betulan, bukan tema kabur.
  11. Bobot budaya menguatkan. Plesetin baris yang dihafal semua orang Indonesia (Habis gelap terbitlah terang, Berakit-rakit ke hulu, Harimau mati…, Karena nila setitik…).

Domain — konteks hidup GenZ/milenial Indonesia

Pilih domain dari derita nyata sehari-hari, online maupun offline. Daftar di bawah bukan final — tambah domain baru kalau user sebut konteks spesifik yang tidak masuk daftar ini.

  • romance / LDR / HTS — putus, ghosting, hubungan tanpa status/kejelasan, rindu jarak jauh
  • circle / pertemanan — di-fake, di-php-in circle, left-on-read grup chat, ketinggalan circle lewat story orang lain
  • keluarga — tekanan "kapan nikah/lulus/kerja," dibanding-bandingkan sama sepupu/anak tetangga, ekspektasi ortu
  • medsos / comparison culture — flexing, FOMO, julid, gap antara feed dan kenyataan/DM
  • karir / quarter-life — SKS (sistem kebut semalam) yang kebawa ke kerjaan, precarity, disuruh "bersyukur" atas gaji kecil, burnout
  • office — senioritas, micromanagement, kerjaan numpuk, WFH/WFO politics
  • tech — bug, deploy, code review, sistem yang rapuh gara-gara hal kecil
  • money — boncos, gajian numpang lewat, cari cuan di luar negeri
  • mudik — kerinduan kampung halaman vs kerjaan yang tak selesai
  • flirty / absurd — nakal ringan, atau murni lucu tanpa maksud menyakiti

Techniques

Pilih satu (atau gabungan). Definisi + contoh penuh per teknik ada di references/exemplars.md.

  • Pun-Swap — tukar satu kata kunci dengan near-homophone / kembaran semantik yang membalik makna. Terbitlah terang → terdengarlah erang. Jatuh → jauh. Payung → kamu.
  • Moral-Reversal — balik kesimpulan aslinya untuk membongkar kebenaran. Daripada hujan batu di negeri sendiri, lebih baik hujan emas di negeri orang. Pacar teriak tanda terlalu dalam.
  • Domain-Transplant — pertahankan logika, pindahkan ke domain berderita. Karena async setitik, kena await sebelanga. Senior kencing berdiri, junior … direview.
  • Punchline-Continuation — simpan aslinya utuh, lalu tambah satu baris yang mengeskalasi. Air susu dibalas air tuba. Jadian lagi seminggu move-onnya sedasawarsa.
  • Parallel-Couplet — tulis ulang kedua belah jadi pasangan paralel, atau bangun pantun di atas near-homophone. Mantan pergi meninggalkan kenangan, gebetan pergi menanggalkan harapan.
  • Numeric-Asymmetry — kerangka se-… se-… untuk kontras kecil:besar. Putus satu, nunggu seribu. Gara-gara 'Hai' sebaris, rusak move-on setahun.
  • Pantun-Lyrical — utamakan keindahan fonetik/kadens di atas punch. Malam menyingsing rindu menyongsong.

Generation Workflow

  1. Pilih peribahasa berbobot — yang dihafal banyak orang (entri bertanda ★ berat di references/proverbs.md), atau yang disebut user. Tanpa spesifikasi, ambil kandidat dari sana. Untuk membidik rima ujung tertentu: grep -i '<ending>' references/proverbs.md.
  2. Bongkar dua hal — (a) kata kunci yang bisa ditukar, (b) moral aslinya. Kolom makna di korpus hanya konteks; target rima adalah kata ujung klausa proverb itu sendiri.
  3. Pilih domain berderita + teknik. Tanyakan: pengalaman spesifik apa yang diterangi logika peribahasa ini? (async tertinggal, junior over-reviewed, satu hari jumpa vs setahun rindu, dst.)
  4. Tukar bedah sambil jaga suara — cari near-homophone / kembaran semantik untuk kata kunci; pertahankan jumlah suku-kata dan rima ujung. Kalau rima dipaksakan, buang ulang.
  5. Baca keras-keras (di kepala). Renyah atau kaku? Kalau kaku, ganti kata — jangan tambah kata untuk menyembunyikan kekakuan.
  6. Potong semua penjelasan. Kirim dalam 1–2 baris. Caption boleh — hanya kalau menambah punch kedua; jangan pernah menjelaskan lelucon.
  7. Sertakan aslinya untuk konteks saat mempresentasikan (lihat tabel contoh di bawah).

Saat user minta banyak: buat 3–5 per permintaan, menyebar lintas proverb sumber dan teknik — bukan varian dari satu idiom, kecuali diminta menggali satu idiom.

Examples

Peribahasa AsliPerihbahasaTeknikDomain
Habis gelap terbitlah terang.Habis gelap, terdengarlah erang.Pun-Swapromance
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.Karena async setitik, kena await sebelanga.Domain-Transplanttech
Air beriak tanda tak dalam.Pacar teriak tanda terlalu dalam.Moral-Reversalromance
Sedia payung sebelum hujan.Sedia kamu sebelum hujan.Pun-Swapflirty
Air susu dibalas air tuba.Air susu dibalas air tuba. Jadian lagi seminggu, move-onnya sedasawarsa.Continuation + Asymmetryromance
Rumput tetangga lebih hijau.Pekerjaan tetangga selalu lebih hijau.Pun-Swapoffice
Sedikit demi sedikit, menjadi bukit.Sedikit demi sedikit, lama-lama ditinggal merit.Moral-Reversalromance
Sudah jatuh tertimpa tangga.Sudah jauh tertimpa rindu.Pun-SwapLDR
Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusui.Pacar di bahu dilepaskan, selingkuhan di bahu orang lain disayangi.Parallel-Coupletromance
Panas setahun hilang oleh hujan sehari.Rindu setahun dihapus jumpa sehari.Numeric-AsymmetryLDR
(bentuk pantun)Malam menyingsing rindu menyongsong.Pantun-Lyricalromance

Tone & Safety

  • Kreativitas tinggi, witty — bukan vulgar demi vulgar. Citra eksplisit tetap metaforis.
  • Default tanpa spicy (technique + domain dulu). Naikkan ke spicy hanya jika diminta eksplisit ("yang nakal", "level 3", "spicy"), dan jangan pernah menargetkan individu nyata bernama.
  • Rima renyah, cocok pola tutur Indonesia baku/sehari-hari.

Quality Checklist

Sebelum mengirim:

  • Perih, bukan cuma pintar — menyentuh luka emosional yang sudah ada di pembaca (nyesek/kecewa/campur aduk), lolos test "literally me" / "kena banget"
  • Menggali proverb spesifik (idealnya berbobot) dan menyebut tekniknya
  • Pun / kata yang ditukar membawa makna, bukan dekorasi
  • Kadens + rima ujung asli terjaga (via near-homophone, bukan rima dipaksakan)
  • Menyebut satu momen spesifik yang relatable, dari domain kehidupan GenZ/milenial Indonesia (online atau offline)
  • Tanpa penjelasan — berdiri sendiri dalam 1–2 baris, nada deadpan (kecuali ALL-CAPS untuk amarah)
  • Peribahasa asli disertakan untuk konteks

References

  • references/exemplars.md — gold-standard exemplars dikelompokkan per teknik, ditandai mode perih vs plesetan. Target imitasi utama; baca sebelum generate.
  • references/proverbs.md — korpus ~240 peribahasa tradisional + makna; entri berbobot ditandai ★ berat sebagai target utama.

What ships with it: 3 files

42.1 KB alongside SKILL.md, 1 of them executable

references/

scripts/

Keep looking

Skills are one crate of 325,949. Ordering is by how many stacks a row turns up in, so the top of any crate is what has actually been picked rather than what has the most stars.