agentsclimarketplace

Bahasa marketing

Skill alvinindra/bahasa-skills/skills/bahasa-marketing

Menulis materi pemasaran berbahasa Indonesia yang menjual tanpa terdengar seperti mesin: caption media sosial (Instagram, TikTok, X/Twitter, LinkedIn, Facebook), naskah iklan, email marketing, tagline, naskah promo, brand voice. WAJIB dipakai saat pengguna meminta 'buat caption', 'konten sosmed', 'copywriting', 'iklan', 'promosi', 'email blast', 'script konten', 'kalender konten', atau materi jualan/kampanye apa pun dalam bahasa Indonesia, meski kata 'marketing' tidak disebut. (Indonesian marketing & social media copywriting.)From its SKILL.md

Install
npx -y skills add alvinindra/bahasa-skills --skill bahasa-marketing

Assembled from the repository path, not quoted from the project. Check it against their README if it does not work.

2 things to look at

  • no licenseNo license file was found in the repository. Code published without one is not open source by default, so using it at work is a question for whoever answers licensing questions where you are.
  • 22 stars22 stars. Stars are a popularity signal and not a quality one, but at this level it is likely that nobody has read this closely except its author, and you would be relying on your own review.

SKILL.md

7.6 KB, as published. Nobody here has run it

Bahasa Marketing

Skill ini menumpuk di atas bahasa-inti: seluruh larangan dan pemeriksaan di sana tetap berlaku penuh. Kalau folder ../bahasa-inti/references/ tersedia, baca frasa-terlarang.md sebelum menulis; frasa pemasaran kosong ("solusi terbaik untuk kebutuhan Anda", "bawa bisnis ke level berikutnya") ada di sana dan haram di sini.

Prinsip dasarnya: copy yang menjual itu spesifik. Pembaca tidak membeli "kualitas terbaik"; mereka membeli "tayang dalam 14 hari" dan "gratis ongkir sampai Jumat". Slop pemasaran adalah janji yang bisa diucapkan kompetitor mana pun.

Lima keputusan sebelum menulis

  1. Produk & bukti: apa yang dijual, dan fakta konkret apa yang dimiliki (harga, angka, tenggat, testimoni bernama)? Tanpa satu pun bukti, minta dulu ke pengguna; jangan mengarang.
  2. Audiens: siapa, di platform apa, sedang menggulir dalam suasana apa.
  3. Sapaan: satu saja, dari tabel di bawah.
  4. Tujuan & satu CTA: satu materi satu tindakan. Dua CTA berarti pembaca memilih tidak keduanya.
  5. Brand voice: kalau merek punya panduan, ikuti; kalau tidak, turunkan dari audiens + sektor (tabel register).

Sapaan dan register

SapaanKapanCatatan
Anda (selalu kapital)Jasa keuangan, asuransi, B2B, kesehatan, properti, email resmi, LinkedInHormat dan berjarak; jangan dipakai untuk audiens remaja
kamuE-commerce, D2C, aplikasi konsumen, audiens <35, Instagram/TikTokHangat dan dekat; huruf kecil
lo/gueHanya bila persona merek memang begitu dan audiensnya urban JabodetabekBerisiko mengeksklusi pembaca luar Jakarta
kitaMembangun rasa "sama-sama"kita mengikutsertakan pembaca; kami berarti merek saja. Jangan tertukar

Aturan keras: satu materi satu sapaan. "Tingkatkan bisnis Anda… yuk daftar, kamu bisa mulai gratis" adalah cacat yang langsung terlihat. Sapaan komunitas ("Sobat X", "Teman Y") hanya bila memang milik merek itu; jangan menciptakan "Sobat" generik untuk merek yang tidak memakainya.

Gradien formalitas antarplatform (paling santai ke paling formal): TikTok < Instagram ≈ X ≈ Facebook < email < LinkedIn. Rincian per platform: references/media-sosial.md.

Aturan emas

  1. Manfaat dulu, fitur belakangan. Fitur adalah apa yang produk punya; manfaat adalah apa yang berubah bagi pembeli. "RAM 8 GB" menjadi "buka 20 tab tanpa macet".
  2. Superlatif tanpa bukti itu dilarang. Bukan cuma jelek, tapi melanggar Etika Pariwara Indonesia. Terbaik, termurah, no. 1, paling… hanya boleh dengan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan dan disebutkan ("terlaris kategori skincare di Tokopedia, Juni 2026"). Garnier pernah kena kasus persis karena "No 1 Micellar Water di Indonesia" tanpa sumber. Tanpa data: ganti klaim spesifik yang benar.
  3. Angka mengalahkan kata sifat. "Cepat banget" kalah dari "3 menit". "Hemat" kalah dari "Rp120 ribu lebih murah per bulan".
  4. Hook di baris pertama. Di feed, hanya 1–2 baris pertama yang terbaca sebelum "…more". Baris pertama harus membuat orang berhenti: angka janggal, pertanyaan yang menusuk masalah nyata, klaim yang bisa dibuktikan.
  5. Tulis seperti bicara. Uji baca nyaring lebih penting di marketing daripada di mana pun: kalau tidak akan kamu ucapkan ke teman, jangan tulis.
  6. Urgensi hanya yang nyata. Tenggat dan stok boleh disebut kalau benar. "Buruan sebelum kehabisan!" tanpa dasar adalah slop sekaligus bohong.

Larangan tambahan (di atas larangan inti)

TerlarangKenapa / ganti
"Yuk, simak ulasannya!", "Simak sampai habis!"Pengisi tanpa isi; langsung ke isi
"Jangan sampai ketinggalan!", "Tunggu apa lagi?"Urgensi kosong; ganti tenggat/stok nyata
"Halo Sobat …!" (generik)Sapaan komunitas hanya milik merek yang memakainya
Emoji bertubi (🚀✨🔥💯) atau emoji sebagai bulletMaksimal 2–3 per caption, hanya bila menambah nada
Hashtag dump (>5, atau hashtag generik #fyp #viral)3–5 hashtag spesifik; rincian di media-sosial.md
"Kepoin", "gercep", "auto-glowing" dipaksakanSlang hanya bila memang bahasa audiens & persona merek
Kata "GRATIS!!!" bertanda seru gandaSatu tanda seru pun sudah keras; biarkan penawarannya yang berteriak
Janji hasil pasti ("dijamin putih dalam 7 hari")Klaim hasil butuh bukti; untuk kosmetik/kesehatan ada aturan iklan. Tulis hasil yang terdokumentasi

Campur kode (bahasa Jaksel)

Ukuran tunggalnya kejelasan, bukan gengsi. Ivan Lanin: campur kode diterima di lingkungan penuturnya; jadi masalah saat dipakai untuk pamer status, karena saat itu pesan justru gagal sampai.

SituasiPutusan
Istilah niaga digital ternaturalisasi: checkout, cashback, free trial, DM, e-wallet, pre-orderPakai; memaksakan padanan malah mengganggu
Ada padanan Indonesia yang wajar (wishlist jadi "produk idaman"; download jadi unduh)Pakai padanannya
Audiens muda urban, kanal santai, persona merek memang campurCampuran ringan boleh, konsisten
LinkedIn, email resmi, sektor finansial, audiens nasional luasJangan campur kode
Inggris dipakai supaya terdengar pintar ("which is", "literally", "in terms of")Buang; ini xenoglosofilia, bukan gaya

Contoh transformasi

Caption Instagram (jasa pembuatan situs):

❌ "🚀 Di era digital yang serba cepat ini, kehadiran online sangatlah penting bagi bisnis Anda! Yuk, tingkatkan brand awareness kamu ke level berikutnya bersama kami! 💯 Jangan sampai ketinggalan! #bisnis #digital #sukses #marketing #umkm #website #indonesia"

Cacatnya: pembuka klise zaman, campur Anda dan kamu, "level berikutnya", urgensi kosong, emoji dan hashtag dump, nol fakta.

✅ "Toko sebelah muncul di halaman satu Google. Tokomu belum? Kami bangun situsmu sampai tayang dalam 14 hari, mulai Rp2 juta, sudah termasuk domain setahun. Cek paketnya lewat tautan di bio. #jasawebsite #umkmnaikkelas #websitemurah"

Iklan produk:

❌ "Produk kami adalah inovasi terbaru yang memanfaatkan teknologi terkini untuk memastikan performa terbaik yang pernah kamu alami."

✅ "Blender 1.200 watt. Es batu jadi halus 40 detik, garansi motor 5 tahun. Rp399 ribu sampai Minggu."

Pemeriksaan tambahan marketing

Setelah pemeriksaan wajib bahasa-inti:

  1. Ada berapa CTA? Harus satu.
  2. Sapaan tercampur? Perbaiki.
  3. Setiap klaim unggul punya bukti yang disebutkan? Superlatif tanpa data harus ditulis ulang.
  4. Baris pertama: kalau sisanya ditutup, masih membuat orang berhenti menggulir?
  5. Hashtag ≤5 dan spesifik; emoji ≤3 dan bermakna?
  6. Bisakah kompetitor menempel logo mereka di copy ini tanpa terasa aneh? Kalau ya, belum cukup spesifik.

Referensi

BerkasIsiBaca ketika
references/media-sosial.mdKonvensi per platform: hook, panjang, hashtag, nada; bank hookMenulis caption/konten IG, TikTok, X, LinkedIn, Facebook
references/copywriting.mdKerangka AIDA/PAS/BAB, bank CTA, aturan EPI, email marketing, 13 kesalahan umumMenulis iklan, email, landing copy promosi, naskah penjualan

Keep looking

Skills are one crate of 626,194. Ordering is by how many stacks a row turns up in, so the top of any crate is what has actually been picked rather than what has the most stars.